home facebook twitter myspace flickr yahoo youtube ym
Tampilkan postingan dengan label Tanah Datar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanah Datar. Tampilkan semua postingan

Arti lambang

Semboyan: TUAH SEPAKAT ALUR DAN PATUT

Tuah Sepakat Alur dan Patut berarti sepakat dalam mengambil kata mufakat, selalu disandarkan pada alur dan patut. Kepentingan pribadi dihargai dalam batas selama tidak bertentangan dengan kepentingan bersama yang berlandaskan alur dan patut.

Balai Adat Gonjong Lima Balai adat melambangkan tempat mufakat, tempat melahirkan filsafat alam fikiran khas masyarakat Tanah Datar yang dikenal dengan sistem demokrasi menurut alur dan patur, sebagai lambang konsekuensi dalam melaksanakan demokrasi.


Atap balai adat yang melengkung bagai tanduk kerbau meruncing menjulang ke atas merupakan gaya seni bangunan khas Tanah Datar yang melambangkan sifat masyarakat yang dinamis, bekerja berbuat dan bercita-cita luhur untuk kebahagiaan bersama

Mesjid Bergonjong dan berkubah Masjid bertingkat, berkubah, bergonjong dan lurus ke atas melambangkan agama mayoritas masyarakat Tanah Datar adalah Islam, dalam membentuk jiwa yang suci dan berbudi luhur.

Padi dan Kapas Padi dan kapas melambangkan cita-cita masyarakat Tanah Datar menuju kehidupan adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.

Keris Pusaka Keris Pusaka melambangkan kesatuan jiwa patriot masyarakat Tanah Datar yang mencintai kerukunan kedamaian dan senantiasa memelihara harga dirinya.



Sektor usaha pariwisata

Luhak Nan Tuo, nama lain dari Kabupaten Tanah Datar. Masyarakat Minangkabau meyakini bahwa asal usul orang Minangkabau dari Kabupaten Tanah Datar, tepatnya dari Dusun Tuo Pariangan Kecamatan Pariangan.

Banyak bukti yang masih terdapat di kabupaten Tanah Datar ini seperti Sawah Satampang Baniah, Lurah Nan Indak Barangin, Galundi Nan Baselo dan Kuburan Panjang Datuk Tantejo Gurhano yang dikenal sebagai arsitek rumah gadang. Kemudian dari Luhak Tanah Datar inilah kemudian orang Minangkabau berkembang dan berpindah ke daerah lain seperti Luhak 50 kota dan Luhak Agam.

Di Kabupaten Tanah Datar saat ini masih banyak terdapat peninggalan sejarah adat Minangkabau tersebut, baik berupa benda maupun tatanan budaya adat Minangkabau. Ikrar “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” ini disebut juga dengan Sumpah Satie yang juga di Tanah Datar dilahirkan, yaitu tempatnya di Bukit Marapalam Puncak Pato Kecamatan Lintau Buo Utara.

Kabupaten Tanah Datar sebagai tempat asal mula suku Minangkabau banyak sekali memiliki tempat sejarah. Industri wisata di kabupaten Tanah Datar ini sangat potensial untuk dikembangkan.

Tempat wisata sejarah yang terdapat di kabupaten Tanah Datar ini antara lain Istana Pagarruyung, Balairuang Sari, Puncak Pato, Prasasti Adityawarman, Batu Angkek-angkek, Rumah Gadang Balimbing, Kincir Air, Batu Basurek, Nagari Tuo Pariangan, Benteng Van Der Capellen, Batu Batikam dan Ustano Rajo.

Sedangkan untuk wisata alam dan budaya di kabupaten Tanah Datar adalah Lembah Anai, Panorama Tabek Pateh, Danau Singkarak Bukit Batu Patah, Ngalau Pangian

Demografi Kabupaten Tanah Datar

Kabupaten Tanah Datar merupakan Tujuh Kabupaten Terbaik di Indonesia dari 400 kabupaten yang ada. Penghargaan ini diberikan pada tahun 2003 oleh Lembaga International Partnership dan Kedutaan Inggris. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menobatkan kabupaten Tanah Datar sebagai satu dari empat daerah paling berprestasi dan berhasil melaksanakan otonomi daerah.


Kabupaten Tanah Datar merupakan Kabupaten dengan wilayah terkecil di Sumatera Barat dengan luas 133.600 Ha dan terletak diantara dua gunung, yaitu gunung Merapi dan gunung Singgalang. Kondisi alam Kabupaten Tanah Datar didominasi oleh daerah perbukitan, serta memiliki dua pertiga bagian danau Singkarak.

Kabupaten Tanah Datar adalah Sebuah Provinsi Sumatra Barat Dengan Ibukota Batu Sangkar Dengan jumlah kepadatan 400.000 jiwa/km² dengan mamiliki desa atau kelurahan 70 Nagari yang dipimpin Oleh seorang Bupati

Letak Geografis Tanah Datar

Kabupaten Tanah Datar memiliki perbatasan dengan empat kabupaten di Sumatera Barat. Disebelah utara berbatasan denga kabupaten Agam dan Kota Lima Puluh. Dibagian selatan berbatasan dengan Kota Sawah Lunto dan Kabupaten Solok. Disebelah barat berbatasan dengan kabupaten Padang Pariaman sedangkan disebelah timur berbatasan dengan kabupaten Sawah Lunto Sijunjung.

Kabupaten Tanah Datar merupakan daerah yang kaya dengan sumber air. Selain danau Singkarak, di kabupaten Tanah Datar terdapat lebih dari 25 buah sungai.

Kecamatan Tanah Datar Meliputi :

» Batipuh
» Batipuh Selatan
» Lima Kaum
» Lintau Buo
» Lintau Buo Utara
» Padang ganting
» Paringangan
» Rambatan
» Salimpaung
» Sepuluh Koto
» Sungai Tarab
» Sungayang
» Tanjung Baru
» Tanjung Emas
Diantara tiap2 kecamatan terdiri beberapa nagari


Tanah Datar adalah sebuah kabupaten di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.404,25 km² dengan 70 nagari; dan populasi 400.000 jiwa dengan mata pencarian yang utama sebagai petani. Ibu kotanya ialah Batusangkar. Kabupaten ini merupakan pusat kebudayaan Minangkabau.

Letak Geografis Tanah Datar
Kabupaten Tanah Datar memiliki perbatasan dengan empat kabupaten di Sumatera Barat. Disebelah utara berbatasan denga kabupaten Agam dan Kota Lima Puluh. Dibagian selatan berbatasan dengan Kota Sawah Lunto dan Kabupaten Solok. Disebelah barat berbatasan dengan kabupaten Padang Pariaman sedangkan disebelah timur berbatasan dengan kabupaten Sawah Lunto Sijunjung.

Kabupaten Tanah Datar merupakan daerah yang kaya dengan sumber air. Selain danau Singkarak, di kabupaten Tanah Datar terdapat lebih dari 25 buah sungai.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites